Tangga menuju aula adalah tempat favorit bagi Farid, Hamid dan Doni. Tiap ada waktu luang mereka selalu duduk di tangga tersebut. Mereka bertiga adalah teman satu kelas di kelas XI IPA-1 di MAN 2 Kebumen. Alasan tempat itu menjadi tempat favorit adalah kuatnya sinyal wi-fi dan sepi dari lalu lalang orang lain. Seperti hari ini, saat istirahat pertama, mereka duduk-duduk di tangga, sambil saling berseloroh.
Farid : Dini yang mana?
Doni : Sok ngga tahu aja kamu?
Siapa lagi kalau bukan Dini kelas sebelah, IPA-2 yang bohay…ha…ha…
Farid : Ooo..itu, kamu naksir?
Kalo aku sih lebih milih Tari, dia manis, pinter, sopan juga. Mid, kalau kamu
pilih mana? Dini atau Tari?
Hamid : Pilih dua-duanya…(dengan
wajah tanpa ekspresi)
Huuu…….sahut Doni dan Farid berbarengan.
Hamid : Lho, emang kenapa? Kan
boleh, aku laki-laki, Dini dan Tari perempuan, yang tidak boleh itu kalau aku
tertarik sama Doni.. he..he..he.. (tertawa dengan kalemnya). Tapi kalau
ditimbang-timbang yang lebih banyak poinnya ya…Tari.
Doni : Kok bisa?
Farid : Ya, iya lah…pilihanku
ga akan salah…we…(dengan menjulurkan lidahnya…)
Hamid : Gini lho…aku dengar dari
ustadku kalau memilih cewek itu ada
patokannya, yaitu karena kecantikannya, karena hartanya, karena keturunannya,
tapi yang paling penting karena akhlaknya. Coba sekarang ditimbang-timbang,
dari empat factor itu siapa yang lebih besar poinnya?
Farid : Aku jadi ingat apa
yang diterangkan bu Robiyatun, kalau gaya tarik antar partikel itu sebanding
dengan massa masing-masing partikel tersebut. Jika kita analogikan dalam
kehidupan kita, rasa ketertarikan kita terhadap cewek juga berbanding lurus
dengan modal masing-masing dari kita. Cewek akan menarik jika tampil rapi,
bersih, cantik, untuk seperti itu butuh modal. Cewek yang kaya mesti lebih
menariklah, yang tidak cantikpun jika punya uang bisa jadi cantik. Untuk jadi
anak yang akhlaknya baik juga butuh modal, modal bukan hanya uang, tapi juga
kemampuan orang tua dalam mendidik anak.
Doni : iya, aku ingat sekarang
kalau

Farid : Satu lagi, ada satu
pepatah jawa yang tepat untuk rumus ini, yaitu “witing treno jalaran soko
kulino”. Kita akan semaik tertarik denga cewek jika kita sering bertemu, kalau
dalam bahasa fisika, gaya tarik/gaya gravitasi berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak kita.
Beranjaklah mereka bertiga dari tangga menuju ke kelasnya yang hanya berjarak 7 meter.
Tangga pun kembali lengang.

