Minggu, 04 Oktober 2020

JATUH CINTA DALAM FISIKA

 

Tangga menuju aula adalah tempat favorit bagi Farid, Hamid dan Doni. Tiap ada waktu luang mereka selalu duduk di tangga tersebut. Mereka bertiga adalah teman satu kelas di kelas XI IPA-1 di MAN 2 Kebumen. Alasan tempat itu menjadi tempat favorit adalah kuatnya sinyal wi-fi dan sepi dari lalu lalang orang lain. Seperti hari ini, saat istirahat pertama, mereka duduk-duduk di tangga, sambil saling berseloroh.

 Doni    : Farid,  kamu kenal baik sama Dini kan?

Farid    : Dini yang mana?

Doni    : Sok ngga tahu aja kamu? Siapa lagi kalau bukan Dini kelas sebelah, IPA-2 yang bohay…ha…ha…

Farid    : Ooo..itu, kamu naksir? Kalo aku sih lebih milih Tari, dia manis, pinter, sopan juga. Mid, kalau kamu pilih mana? Dini atau Tari?

Hamid : Pilih dua-duanya…(dengan wajah tanpa ekspresi)

 

Huuu…….sahut Doni dan Farid berbarengan.

 

Hamid : Lho, emang kenapa? Kan boleh, aku laki-laki, Dini dan Tari perempuan, yang tidak boleh itu kalau aku tertarik sama Doni.. he..he..he.. (tertawa dengan kalemnya). Tapi kalau ditimbang-timbang yang lebih banyak poinnya ya…Tari.

Doni    : Kok bisa?

Farid    : Ya, iya lah…pilihanku ga akan salah…we…(dengan menjulurkan lidahnya…)

Hamid : Gini lho…aku dengar dari ustadku kalau  memilih cewek itu ada patokannya, yaitu karena kecantikannya, karena hartanya, karena keturunannya, tapi yang paling penting karena akhlaknya. Coba sekarang ditimbang-timbang, dari empat factor itu siapa yang lebih besar poinnya?

 Doni dan Farid terlihat diam sambil sedikit mengerutkan alis, tampaknya sedang berfikir.

 

Farid    : Aku jadi ingat apa yang diterangkan bu Robiyatun, kalau gaya tarik antar partikel itu sebanding dengan massa masing-masing partikel tersebut. Jika kita analogikan dalam kehidupan kita, rasa ketertarikan kita terhadap cewek juga berbanding lurus dengan modal masing-masing dari kita. Cewek akan menarik jika tampil rapi, bersih, cantik, untuk seperti itu butuh modal. Cewek yang kaya mesti lebih menariklah, yang tidak cantikpun jika punya uang bisa jadi cantik. Untuk jadi anak yang akhlaknya baik juga butuh modal, modal bukan hanya uang, tapi juga kemampuan orang tua dalam mendidik anak.

Doni    : iya, aku ingat sekarang kalau



 

Farid    : Satu lagi, ada satu pepatah jawa yang tepat untuk rumus ini, yaitu “witing treno jalaran soko kulino”. Kita akan semaik tertarik denga cewek jika kita sering bertemu, kalau dalam bahasa fisika, gaya tarik/gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak kita.

 Doni    : lha terus G nya apa?

 Hamid : G itu adalah takdir, meskipun cantik dan ganteng, sama-sama kaya, sama-sama baik, belum tentu saling tertarik, karena mereka tidak ditakdirkan (menjawab dengan kalem sambil menerawang…kemudian melanjutkan) Berarti sinau Fisika pada karo ngaji hadis ya…(Berarti belajar fisika sama dengan mengaji hadis ya…)

 Lha iya… (Doni dan Farid mengangguk-angguk…).

 Farid    : Ayo ke kelas.. sudah hampir bel. Masalah Dini dan Tari kita bahas nanti lagi saat pulang…

Beranjaklah mereka bertiga dari tangga menuju ke kelasnya yang hanya berjarak 7 meter. 

Tangga pun kembali lengang.

1 komentar:

Postingan Unggulan

LATIHAN SOAL MEDAN LISTRIK

 

Postingan Populer