Pembelajaran tatap maya atau pembelajaran jarak jauh, menurut banyak survai kurang efektif. Namun masa pandemi saat ini, pembelajaran jarak jauh menjadi suatu keharusan. Agar pembelajaran jarak jauh lebih berarti, guru dituntut untuk kreatif dan inovatif. Guru harus memberikan berbagai macam bentuk media pembelajaran, agar anak tidak bosan. Sebetulnya kejenuhan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bukan hanya dirasakan oleh anak, gurupun merasakannya.
Mengapa kita merasa bosan dengan pembelajaran jarak jauh? Salah satu penyebabnya adalah karena pembelajaran hanya searah. Salah satu solusi agar pembelajaran berlangsung dua arah adalah dengan menggunakan teknologi konferensi video. Banyak aplikasi yang memfasilitasi hal itu. Ada Zoom, Google meet, Webex, dll.
Pembelajaran menggunakan konferensi video memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan secara langsung kesulitan-kesulitan yang dialami dalam pembelajaran. Pembelajaran menggunakan video konferen akan mengobati kerinduan antara guru dan murid, antara murid dengan murid. Juga menambah ikatan batin antara guru dan murid. Hal ini akan sangat berpengaruh dalam pembelajaran.
Namun penggunaan video konferen untuk pembelajaran juga memiliki kekurangan, antara lain
- Tempat tinggal anak yang tidak semua memiliki akses internet bagus, sehingga sebagian anak tidak bisa mengikuti
- Boros kuota, meskipun ada kuota gratis, namun belum semua pelajar mendapatkannya.
Lalu, bagaimana cara mengatasi kekurangan tersebut? Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan itu adalah dengan melakukan konferensi video secara berkelompok. Satu akun digunakan untuk beberapa anak. tempat dipilih yang memiliki koneksi internet bagus dan pasti akan lebih hemat, namun harus menerapkan protokol kesehatan yang semestinya.
Berikut ini contoh RPP pembelajaran dengan menggunakan video konferen



Tidak ada komentar:
Posting Komentar